Kampanye 2014
    Photobucket
Banner
Situs Resmi MPRRISitus Resmi Partai Demokrat
Al Amin Universal
    Photobucket
Agenda Kegiatan
24 August 2014
M
S
S
R
K
J
S
27
28
29
30
31
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
14
15
16
17
18
19
20
21
22
23
24
25
26
27
28
29
30
31
1
2
3
4
5
6
Foto-Foto
    Photobucket

Hj. Melani Leimena Suharli Memberikan Sambutan Pada acara TOT 4 Pilar Bangsa kepada PP Muslimat NU

Tanggal : 12/13/2008, 08:52:28, dibaca 85 kali.
Wakil Ketua MPRRI Ibu Hj. Melani Leimena Suharli dalam acara ini menyampaikan bahwa masyarakat yang sejahtera akan terwujud apabila kita memiliki landasan ideologi, konstitusional dan komitmen kebangsaan yang kuat, serta menghargai kebhinnekaan sebagai modal kekuatan bangsa untuk bersatu.

Pelatihan untuk Pelatih di Pengurus Pusat Muslimat Nahdhatul Ulama DKI Jakarta ini diselenggarakan dalam rangka menyiapkan calon-calon narasumber dari para Pengurus Pusat Muslimat Nahdhatul Ulama, yang nantinya akan bertugas mensosialisasikan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 dan Ketetapan MPR kepada masyarakat secara masif.

perubahan UUD NRI Tahun 1945 bermuara pada sebuah keinginan bangsa untuk melakukan perubahan-perubahan yang mendasar kearah kehidupan bangsa yang lebih baik sesuai dengan cita-cita proklamasi dan reformasi.

Untuk mencapai cita-cita tersebut dibutuhkan kondisi pemerintahan yang demokratis, bersih dan berwibawa. Artinya sebuah pemerintahan yang mampu menata kehidupan secara demokratis, mewujudkan supremasi hukum, dan mampu memberantas Korupsi Kolusi dan Nepotisme, serta penyimpangan-penyimpangan lainnya, yang dapat menghambat laju pencapaian cita-cita proklamasi dan reformasi.

Namun dalam perkembangannya, gerakan reformasi seolah-olah tergulung oleh derasnya arus euforia kebebasan, sehingga mengakibatkan sebagian masyarakat seperti lepas kendali dan tergelincir ke dalam perilaku yang anarkis, timbul berbagai konflik sosial yang tidak kunjung teratasi, dan bahkan di berbagai daerah timbul gerakan yang mengancam persatuan dan kesatuan bangsa serta keutuhan NKRI.

Nilai-nilai -empat pilar- tersebut sebagai tuntunan moral harus dijabarkan menjadi norma moral, norma hukum, dan etika kehidupan berbangsa. Dengan demikian, sesungguhnya secara formal bangsa Indonesia telah memiliki dasar yang kuat dan rambu-rambu yang jelas bagi pembangunan masyarakat Indonesia.

Dalam hal ini, yang menjadi pembahasan kita pada Pelatihan untuk Pelatih ini adalah bagaimana menjabarkan nilai-nilai empat pilar yang telah diamanatkan dalam Pembukaan UUD NRI tahun 1945 dan menjadi Pedoman Umum sebagai tuntunan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

Oleh karena itu, Pimpinan Majelis memandang bahwa Penyelenggaraan Pelatihan untuk Pelatih kepada para Pengurus Pusat Muslimat Nahdhatul Ulama bertujuan agar dapat memberikan pemahaman tentang empat pilar kehidupan berbangsa dan bernegara kepada seluruh komponen dan elemen bangsa secara utuh dan berkelanjutan tentang hal-hal yang bersifat normatif pasal-pasal Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945.

Terkait dengan pentingnya pemahaman masyarakat terhadap konstitusi tersebut, maka memasyarakatkan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, adalah salah satu tugas penting yang diamanatkan kepada Majelis, di samping tugas untuk mengubah dan menetapkan Undang-Undang Dasar.

Kembali ke Atas


Berita Lainnya :
 Silahkan Isi Komentar dari tulisan berita diatas
Nama
E-mail
Komentar

Kode Verifikasi
                

Komentar :


   Kembali ke Atas

Berita Lainnya
Pembangunan Deep Tunel Jakarta

19 Maret 2013

Pembangunan deep tunnel atau terowongan multi guna yang direncanakan oleh Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo dipercaya dapat menanggulangi kekurangan air baku di Ibu Kota. Pengamat air perkotaan Universitas Indonesia (UI) Firdaus Ali mengatakan, deep tunnel dapat menyuplai kebutuhan air baku hingga 12.000 liter per second (LPS).

"Kalau deep tunnel dibangun sampai selesai, setidaknya kita bisa mempunyai suplai air baku hingga 12.000 LPS," kata Firdaus, di Jakarta, Senin (18/3/2013).

Firdaus mengatakan, saat ini masyarakat Jakarta tidak hanya terus dihantui oleh banjir, namun juga dihantui oleh permasalahan krisis kelangkaan air bersih. Kelangkaan air bersih itu, kata dia, karena semakin terbatasnya suplai air baku dari sumber utama, Waduk Jatiluhur. Selain itu, kondisi sungai yang mengalir membelah wilayah Ibu Kota, menurut dia, dalam kondisi sangat tercemar. Sehingga tidak dapat dimanfaatkan sebagai sumber air baku untuk memenuhi kebutuhan air bersih.

 

8 Butir Langkah SBY Pimpin Pembersihan dan Penertiban Demokrat

18 Maret 2013

Ketua Majelis Tinggi Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) turun tangan langsung mengambil alih kepemipinan untuk melakukan operasi penyelamatan, penertiban dan pembersihan Partai Demokrat (PD).

Berikut delapan poin keputusan yang diambil SBY dalam rapat yang dihadiri Majelis Tinggi, Ketua Fraksi DPR RI dari Demokrat dan sejumlah menteri dari Demokrat di kediaman SBY, Cikeas, Bogor, Jumat (8/2/2013) malam.

"Tekad kami adalah ingin melakukan tindakan yang cepat dan nyata bagi penyelamatan partai, yang itu dilakukan dengan cara-cara sebagai berikut," tegas SBY,

1. Ketua Majelis Tinggi Partai bertugas, berwenang dan bertanggungjawab untuk memimpin penyelamatan dan konsolidasi partai

2. Segala keputusan dan kebijakan dan tindakan partai ditentukan dan dijalankan oleh Majelis Tinggi Partai. Ketua Majelis Tinggi mengambil putusan dan arah penting dan strategis.



Johannes Leimena 1905-1977 sang mutiara timur
Selengkapnya ...
Wanita Karier Dalam Pandangan Islam
Selengkapnya ...